TIGA PINTU KEBIJAKSANAAN

3 pintu

Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yang pemberani, terampil dan pintar.

Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana.

“Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan HIDUPku” Sang Pangeran meminta.
“Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir”, kata sang Pertapa,,,

“Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan HIDUPmu engkau akan menemui 3 pintu.

Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata “hati”mu.”

Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata “UBAHLAH DUNIA”

“Ini memang yang kuinginkan” pikir sang Pangeran,,,

“Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku”

Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi “hati”nya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali.
“Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?” Tanya sang Pertapa

“Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat klakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku” jawab Pangeran

“Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya” dan sang Pertapa menghilang,,,,

 

Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan “UBAHLAH SESAMAMU”

 

“Ini memang keinginanku” pikirnya. “Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi”

Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.

Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.
“Apa yang engkau pelajari kali ini?”,,,,

“Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar”

“Engkau benar” Kata sang Pertapa,,,

“Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri.

Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.

Karena melalui mereka lah, KeHIDUPan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh”

Kembali sang Pertapa menghilang,,,,

 

Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga “UBAHLAH DIRIMU”
“Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya”. Ia berkata pada dirinya sendiri.

Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.

 
Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali.
“Kini apa yang engkau pelajari ?”
“Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah”
“Itu bagus” ujar sang pertapa.

“Ya” lanjut Pangeran, “tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semuai ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !”

“Itu adalah pelajaranmu berikutnya” ujar Pertapa,,,

Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh”.

Dan ia pun menghilang,,,,

 

Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi “TERIMALAH DIRIMU”.

 

Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb.

“Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta” ,,,katanya pada dirinya sendiri.

 

Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.

Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri.

Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata “Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat.”

“Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan” , ujar Pertapa.

“Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua”

 

Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya “TERIMALAH SESAMAMU”

Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya.

Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.

Ia bertemu sang Pertapa kembali, “Aku belajar” ujarnya “Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.

“Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa,

“Sekarang pergilah ke Pintu Pertama”

 

Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan “TERIMALAH DUNIA”

“Sungguh aneh” ujarnya pada dirinya sendiri,  “Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya??!!!!”,,,,

 

 

Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah.

Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya.

Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya??,,,,

 

Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa :

 

“Apa yang engkau pelajari sekarang ?”

“Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.

Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja.

Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.

“Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa.

“Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia”

 

Sang pertapa pun menghilang,,,,,

Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.

 

 

End.

 

 

_/\_

Namaste

Published in: on 17 Mei 2013 at 06:43  Tinggalkan sebuah Komentar  

Interaksi, Afirmasi & Jangjawokan Masyarakat Jawa Barat

Interaksi Tuhan, Alam & Manusia

Tuhan menciptakan alam semesta ini bukanlah tanpa tujuan. Ia hendak merealisasikan tujuan-Nya itu lewat ciptaan-Nya dan misi-Nya. Tujaunnya adalah kebaikan. Keterkaitan manusia dengan lingkungan adalah hal yang tidak dapat ditampikan. Lingkungan dan manusia melakukan hubungan timbal balik yang mana membuat interaksi antar keduanya menjadi saling tergantung, mempengaruhi dan saling bersinggungan.

Alam dengan segala fenomenanya sebenarnya telah berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan sunnatullah (hukum alam) yang ada. Alam dengan segala potensinya diciptakan oleh Sang Khalik untuk mendukung keberadaan manusia sebagai khalifah di bumi ini. Karena itu, sebagai pendukung eksistensi manusia, alam tak pernah punya potensi sebagai perusak apalagi sebagai penghancur bagi kehidupan. Sebagai pendukung kehidupan manusia, sejatinya alam hanya menghasilkan dan memberikan manfaat bagi manusia.

Pola Interaksi manusia dengan lingkunganya tergantung pada etika lingkungan apa yang ia pakai, bagaimana kesadaran ekologisnya serta bagaimana pengetahuan yang ia miliki keterkaitannya dengan lingkungan. Pengetahuan manusia lah yang mempengaruhi etika lingkungan dan kesadraan ekologis nya. Karena pengetahuan manusia merupakan sebuah konstruk sosial, dimana dengan dan lewat pengetahuan berbagai hal bisa dipengaruhi dan mempengaruhi, termasuk dalam hal ini berkaitan dengan lingkungan.

Tahap pemikiran manusia menjadi tiga yaitu teologis, metafisik dan positivis, dari pembagian ini memperlihatkan keterkaitan antara pengetahuan manusia dengan interaksi manusia tersebut dengan lingkungan sekitarnya. Dalam tahap teologis manusia mempercayai suatu kejadian dengan mengaitkannya pada hal-hal yang bersifat supranatural atau gaib atau mistis, manusia meyakini bahwa segala kejadian dimuka bumi adalah akibat dari adanya keberadaan Tuhan, Dewa, serta hal-hal mistis lain. Sedangkan dalam tahap metafisik perkembangan akal budi manusia sudah mulai terlihat walau belum maksimal, kejadian di bumi dianggap sebagai sebab dari adanya hukum-hukum alam. Pemikiran manusia pada tahap teologis dan metafisik ini membawa manusia menjadi tunduk pada alam (lingkungan), manusia menganggap dirinya sebagai makhluk yang pasif dan harus tunduk pada hukum-hukum alam yang berlaku.

Tahap ketiga dalam perkembangan pemikiran manusia yaitu positivis merupakan tahap tertinggi dari pemikiran manusia, dimana manusia telah menggunakan dan mempercayai akal pikirannya sendiri. Sehingga sesuatu hanya akan dianggap benar jika telah dibuktikan oleh panca indra dan telah di lakukan pengujian atau penelitian. Tahap ketiga ini bisa dianalogikan dengan karakteristik masyarakat kota (modern). Masyarakat kota adalah masyarakat yang melakukan interaksi dengan lingkungan yang ia buat sendiri, seperti lingkungan ekonomi, sosial, politik dan pendidikan. Lingkungan-lingkungan buatan seperti itulah yang menjadi tempat manusia hidup dan melakukan interaksi. Lingkungan buatan tersebut menuntut manusia untuk patuh pada aturan yang dibuat sendiri, seperti aturan hukum, aturan tata kota, serta aturan-aturan lain sebagai warga negara. Aturan atau hukum buatan tentunya berbeda secara sifat dari hukum alam.

Kekayaan agama/ajaran akan kearifan (etika) lingkungan, pada satu sisi memang dapat mendorong pemeluknya untuk senantiasa setia dalam melestarikan alam dan lingkungan, karena hal itu dipandang sebagai tuntutan agama yang sifatnya suci. Namun pada saat yang bersamaan, ia sama sekali tidak akan bernilai praksis jika pesan-pesan ekologis agama ini tidak segera diwujudkan dalam bentuk pendidikan agama yang ramah lingkungan atau pendidikan lingkungan yang berbasis agama. Dalam hal ini, pendidikan (agama) dan kesadaran lingkungan memiliki kaitan yang cukup erat dalam rangka turut memberi solusi bagi krisis lingkungan selama ini. Jika pendidikan berkait dengan fungsi intelektualnya (tafakkur), maka agama berkait dengan fungsi kesadaran etisnya (tadabbur).

Agama/ajaran saat ini telah benar-benar menjadi satu-satunya tumpuan harapan yang patut dipertimbangkan dalam mengatasi krisis lingkungan hidup, karena ilmu-pengetahuan dan tekhnologi yang semula menjanjikan dapat mengangkat kedudukan alam dan manusia dalam posisinya yang bermartabat, malah kini menjadi faktor dominan dalam serangkaian krisis lingkungan. Melalui penggunaan ilmu pengetahuan yang intensif, manusia telah mengembangkan kekuatan dahsyat yang menggiring kehidupan kedalam pusaran bencana. Tingkat dominasi manusia terhadap alam dan kemampuan mereka mengubah lingkungannya telah membawa konsekwensi yang tidak ringan pada keberlanjutan kehidupan dimasa mendatang.

Agama, khususnya di Indonesia, mendapat tempat yang sangat dominan dalam sistem kesadaran manusia. Manusia–menurut beberapa peneliti–adalah makhluk agama (Homo Religius) yang senantiasa membutuhkan terhadap sesuatu yang transenden. Karenanya, banyak tindakan-tindakan manusia baik yang baik maupun yang buruk, sedikit banyak, ditentukan oleh pandangannya terhadap agama yang dianutnya. Jika pandangan hidup yang didasarkan pada norma-norma agama ini di warnai dengan pesan-pesan kearifan ekologis dari agama, bukan tidak mustahil manusia selaku pemeluk dari agama tersebut akan berusaha menghargai alam sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Sehingga dalam hal ini, kewajiban melestarikan alam, sama kuatnya dengan sejumlah kewajiban lainnya dalam agama, dan pengabaian kewajiban ini sama berdosanya dengan pengabaian kewajiban yang lainnya dalam agama.

Pendefisian sistem kehidupan tergantung atas persepsi sistem kehidupan seseorang. Kalau seseorang didefinisikan bahwa kehidupan kita dimulai dari kita lahir sampai kita mati, tidak ada alam akhirat baik surga maupun neraka, maka cukuplah tujuan hidup itu untuk dapat makan, sandang dan rumah yang cukup dan hiburan. Tentu ini akan sangat berbeda, kalau kita definisikan bahwa dalam kehidupan kita ada alam akhirat,maka tujuan hidup ialah untuk mengabdi kepda-NYA. Yang artinya melaksanakan perintah-perintah Sang Pencipta dalam bentuk melakukan kewajiban-kewajiban dan menjauhi larangan-larangan-NYA., yang semuanya menuju ke Ridho Nya yang penuh cinta.

Dalam wacana kosmologi kontemporer, sebenarnya telah ditemukan apa yang dikenal sebagai prinsip antroposis, yang bisa ditafsirkan sebagai afirmasi terhadap adanya tujuan yang terencana dari penciptaan alam ini yakni dihasilkannya kehidupan dengan puncaknya adalah manusia.menurut prinsip ini alam mengikuti alur perkembangannya, yang “ditata dengan halus” sehingga dapat menghasilkan alam semesta yang begitu indah.

Jangjawokan bagian kehidupan budaya masyarakat Jawa Barat

Jangjawokan atau ucapan tegas adalah sejenis Afirmasi /mantra yang ada dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat, jangjawokan merupakan bagian dari mantra sama dengan jampe, asihan, singular, rajah dan aji / ajian. Tentunya sebagai mantra jangjawokan ada yang bersifat baik dan buruk tergantung fungsi dan peruntukannya, mantra menurut saya diambil dari dalam beberapa naskah kuno bisa dikatakan sebagai doa, doa memohon pada yang dimaksud namun memang perbedaan jelas ada pada jangjawokan dan doa yang kita kenal selama ini.

Jangjawokan kebanyakan adalah perkataan permohonan kepada para ciptaan Sang Kuasa bukan langsung kepada Sang Kuasa, Jangjawokan memohon pada sesuatu kekuatan yang dimiliki oleh suatu binatang, benda, sifat, alam atau apapun yang dimiliki oleh “sesuatu” itu contohnya

aji mega aji halimun !

jar ngaing deuk meta

jar ulah deuk teu rasa

jar kudu deuk ngerta

aji na awak suka rosa

Suka rosa ka ngaing

dat nu katincak cai

ngaing nya nu duwanana

Seperti jangjawokan diatas yang meminta pada Angin / Awan dan kabut merupakan jangjawokan untuk berjalan secepat kilat dan tak terlihat yang orang kenal dengan Ajian Napak Sancang dimana dalam Jangjawokan tersebut memohon pada ciptaan Sanghyang Tunggal langsung.

Inilah perbedaan yang sangat mendasar pada lelaku masyarakat Sunda dahulu bahwa mereka meminta pada ciptaan Yang Maha Kuasa bukan berarti menampikan Yang Maha Kuasa dan ‘menTuhankan” ciptaan Yang Maha Kuasa tetapai lebih merupakan penghormatan atau penyampaian bahawa semua mahluk ciptaan Sang Maha Kuasa adalah sama kedudukannya oleh karena itu mereka harus menghormati dan menganggap bahwa semua itu memiliki “kekuatan” atau “fungsi” masing masing dan dari fungsi inilah Jangjawokan itu meminta.

Namun pada kelanjutannya jangjawokan atau sejenisnya banyak disebutkan atau dianggap sebagai perbuatan syirik, bid’ah atau sesat dll, padahal jika kita perhatikan dan salami arti dari jangjawokan itu sendiri banyak pesan atau sesuatu yang sangat baik terdapat di dalamnya seperti jangjawokan pada saat melahirkan seperti

Utun, Inji, mangka ati-ati !

Ceuli ulah sok sadenge-dengena ari lain dengeeunana,

Panon ulah sok satenjo-tenjona, ari lain tenjoeunana,

Sungut ulah saomomg-omongna, ari lain omongkeunana,

Suku ulah satincak-tincakna, ari lain tingcakeunana,

Leungeun ulah sacokot-cokotna lamun lain cokoteunana.

Irung ulah sok saambeu-ambeuna ari lain ambeueuna

Jangjawokan tersebut sering disebutkan dikatakan oleh seorang paraji (dukun bayi) / bidan kampung saat bayi lahir arti dari jangjawokan di atas adalah:

“Utun, Inji, berhati-hatilah! Telinga jangan mendengar sesuatu yang tidak boleh didengar. Mata jangan melihat sesuatu yang tidak boleh dilihat. Mulut jangan berbicara sesuatu yang tidak boleh dibicarakan. Kaki jangan menginjak sesuatu yang tidak boleh diinjak. Tangan jangan mengambil sesuatu yang tidak boleh diambil. Hidung jangan mencium sesuatu yang tidak boleh dicium.”

Dari jangjawokan diatas kita dapat tahu suatu nilai yang luhur yang sangat baik maksudnya untuk si bayi tersebut, tidak ada sesuatu yang buruk yang terkandung di jangjawokan tersebut namun sungguh sayang banyak orang orang menganggap sesuatu yang buruk pada jangjawokan padahal mereka bahkan tidak tahu apa yang terkandung didalamnya.

Jangjawokan digunakan di hampir setiap prilaku kehidupan masyarakat Jawa Barat, seperti pada saat menanam padi sampai memanen dan memasukan padi ke dalam lumbung bahkan pada saat padi ditutu sampai dimasak kesemuanya ada jangjawokan yang mengiringi tindakan tindakan itu. Dari sini kita bias tahu bahwa masyarakat Jawa Barat sangat berhati hati atau sangat menghargai apapun itu hingga semua prilaku tersebut diiringi oleh jangjawokan, hal ini bukankah sama dengan bedoa yang dilakukan oleh orang orang lain ?

Pada perkembangannya Jangjawokan atau sejenisnya di kalangan kehidupan masyarakat Sunda banyak mengalami perubahan dengan penambahan atau pergantian kalimat kalimat yang berunsur Islam, terdapat perbedaan yang sangat mendasar bahkan terkadang menjadi hilang makna nya karena salah pengartian, namun biasanya jangjawokan seperti ini sudah tidak lagi dipakai atau fungsi dan makna nya sudah tidak lagi ada dalam jangjawokan itu. Namun ada juga yang artinya sama dengan jangjawokan asalnya seperti

Siriwi kula siratin

Mina aji kurawul pais awak

Papag papupang-pulang

Cunduk nyungcung datang rahayu

Anu runtuh sira nu gempur

Nu ngadek sira nu paeh

Nu nyimbeuh sira nu baseuh

Nu nyundut sira nu tutung

Nya aing Ceda Wisesa

Panca buana di buana panca tengah

Tiis ti peuting ngeunah ti beurang

Ngeunah ku nu Rumuhung —- diganti Allah Taala

Ahung —– diganti Ya Allah hurip waras

Saat ini jangjawokan masih digunakan di sebagian umum masyarakat Sunda dan khususnya Masyarakat adat Sunda. Jangjawokan yang meerupakan urutan kata seperti puisi atau lantunan nada adalah sebuat “Ilmu Alam” yang sangat tinggi fungsi dan hasilnya, Jangjawokan dilakukan tentunya harus dengan sebuat kekuatan hati dan keyakinan hati bahwa apa yang akan kita lakukan akan terwujud disamping kita harus tau makna dan arti Jangjawokan itu tentunya ada beberapa yang sangat sacral harus dilakukan suatu ritual dahulu untuk menguasai jangjawokan itu namun banyak pula yang hanya dikatakan secara spontan saja tanpa harus melakukan prilaku ritual apapun.

Dalam perkembangannya dijaman modern ini, jangjawokan (afirmasi) masih bisa digunakan, hanya saja “ketidak yakinan” penerus dari leluhurnya yang telah kurang mempercayainya bahkan tidak mempercayainya, karena beberapa hal/faktor sebagai penyebabnya. padahal jangjawokan adalah sarana untuk membangun diri kita untuk berinteraksi (membangun keyakinan) dengan Tuhan, diri sendiri dan Alam-nya.

so, pakailah jangjawokan yang telah ada, atau

buat sendiri afirmasi positip dari sekarang !

_/\_

RAHAYU

Published in: on 24 Januari 2012 at 00:43  Comments (4)  

Sadar Diri

 

SADARkah saUDARAku bahwa kita telah diLAHIRkan sebagai seorang peMENANG. Bapak kita dengan beberapa orang saingannya telah melawan & memenangkan Ibu kita, dan tidak sedikit yang ingin memiliki CINTA dari Bapak kita.

 

 

dengan CINTA KASIH nya Ibu & Bapak kita, terJADI perpaduan dari Bibit-bibit peMENANG yang berlomba dan bersaing dengan lebih dari 500 juta calon manusia yaitu sel spermatozoa atau nutfah yang BERJUANG untuk memperebutkan satu sel telur. sungguh sesuatu yang telah diATUR oleh ketentuan (HUKUM).tidak ada juara kedua, tidak ada juara ketiga, apalagi juara harapan, yang ada hanyalah juara pertama yaitu saUDARA dan SAYA,,,, luaaaarrrr biasa !!!!

 

 

sebagai seorang peMENANG tidak pernah menyerah & orang yang menyerah tidak akan pernah MENANG. peMENANG dalam HIDUP adalah PRIBADI yang berani menghadapi keHIDUPan dengan berbagai masalahnya, pantang menyerah, pantang berputus asa, tidak gentar menghadapi tantangan, tidak takut menghadapi kesulitan, tidak lari dari masalah yang ada,,, karena MASALH bagi dirinya adalah SEBUAH UJIAN AGAR IA NAIK KELAS, AGAR SEMAKIN MATANG DAN DEWASA MENGHADAPI KEHIDUPAN. Karena bagi dirinya MASALAH adalah PEMBUKTIAN KUALITAS DIRI, SUNGGUH-SUNGGUH SEBAGAI SEORANG PEMENANG DAN SEBAGAI “BINTANG”.

 

 

BINTANG semakin terang ketika MALAM datang !

 

 

tak penting masalah sebesar apapun asal kita tahu solusinya. SADARi kenapa masalah itu bisa datang dan menghampiri kita !

 

 

PEMENANG dalam HIDUP adalah seorang PEMAIN yang tidak bergantung pada situasi dan tidak dikalahkan oleh hal-hal negatif.

 

 

Orang yang MENANG mengengalikan keadaan. orang yang KALAH menjadi PENONTON, dan yang lebih parah dari itu adalah menjadi orang-orang yang TIDAK MAIN dan TIDAK MENONTON.Ingatlah, hanya pemain yang DAPAT prestasi dengan mencetak gol, sedangkan penonton TIDAK ! kalaupun bisa, golnya pun tidak sah.PEMAIN dicatat oleh SEJARAH, sedangkan PENONTON tidak pernah dicatat Sejarah,,, karena akan tebal buku sejarah jika mencatat semua penonton,,, heheeMULAI SAAT INI jangan mau menjadi PECUNDANG yang menghabiskan HIDUP dalam keKALAHan. mari kita kerahkan POTENSI TERBAIK DIRI dan MERAIH KEMENANGAN demi KEMENANGAN di sepanjang HIDUP ini dengan TIDAK MELANGGAR ATURAN yang sudah ditetapkan oleh HUKUM.

 

Percayalah pada DIRI SENDIRI,,, jika KITA memiliki 1000 keKURANGan pasti ADA SATU KELEBIHAN. Kelebihan kita akan menisi keKURANGan orang lain, dan keKURANGan KITA akan diLENGKAPi oleh ORANG LAIN. Syaratnya,,, Kita harus mampu/bisa berKOMUNIKASI dengan orang lain. Tampilkan pada sisi KELEBIHAN dan KEKUATAN kita, maka kita akan menjadi yang terbaik,,, SEMOGA

 

kita diJADIkan UNIK dan berBEDA, TEMUkan perBEDAan, keUNGGULan dan keCERDASan dalam DIRI kita, karena,,, seorang pemenang tidak melakukan sesuatu yang berbeda, tapi melakukan sesuatu dengan CARA yang berbeda. mari kita cari dan temukan potensi terbaik kita.

 

seorang peMENANG untuk berTINDAKlah selayaknya PEMENANG, karena dia tidak layak menampilkan sikap seorang PECUNDANG, yaitu menyerah, putus asa, menyalahkan, dan mencari kambing hitam dari kesalahannya !!!!

 

 

LAKUKAN APA YANG BISA KITA LAKUKAN,

HARGAI POTENSI DIRI

BERFIKIR POSITIF &

BERSIHKAN HATI KITA SELALU 

 

 

salam damai dan sejahtera

RAHAYU _/\_

BS

 

 

:: MOTIVASI atau MATI

 

Published in: on 24 Januari 2012 at 00:34  Tinggalkan sebuah Komentar  

WASPADAi PIKIRan Negatif

Agar keHIDUPan kita indah & bebas stress, maka syarat yang pertama untuk bebas stress adalah jangan pernah mengINGINkan DIRI kita stress. Banyak orang yang belum stress sudah mengatakan kata negative yang memicu stres. seperti kata:

“wah gawat” atau “mampus dech” atau dengan bahasa negative lainnya ” wah klo begini bakalan stres nih gw” padaha ternyata kata-kata sederhana itulah yang membawa Diri kita kepada STREESS yang NYATA.

WASPADAi NEGATIVE THINKING yang MASUK keDALAM PIKIRan kita.

negative thinking tanpa sadar telah meracuni pikiran dan meng-attract stress kepada diri kita. Ketika kita berkata, ucapan kita seolah menjadi do’a kepada diri kita sendiri. dan kita sendiri yang seolah menginginkan stress. mungkin ada saUDARA HMI yang menganggap bahwa apa yang saya sampaikan ini tidak bermakna. namun ketahuilah kata-kata yang kita ucapkan akan terus membekas dan terTANAM dalam PIKIRan kita. seperti halnya saya mengatakan :

pagi2 sarapan roti dengan selai tahi ayam yang baru keluar dari pantat ayam yang warna kecoklatan, dicolek lalu dioleskan diatas roti dan dimasukkan ke mulut kita dan ditelan, hmmm,,, nyami, nyami, nyami,,,, cobain dech

walau ini hanya sekedar perkataan biasa saja, namun efek dari kata diatas telah mengaktrasi kedalam pikiran menjadi suatu realita. dan mungkin ada diantara saUDARA di HMI yang kemudian merasa mual 🙂

CARA PANDANG yang SALAH bisa bisa menjadi pencetus STRESS itu sendiri. oleh karena itu alangkah bijaknya jika kita bisa memulai menghilangkan stress dengan penyebab stress itu sendiri, dimanapun kita berADA,,, REDAkanlah,,,, cepat2 SADARi kalau kita harus tetap berFIKIRan positive supaya kita BISA mengATUR masalah KITA menjadi penguat keHIDUPan kita.

SeMOGA,,, !!!

keep smiling,,,

mari sama2 menarik dan mengeluarkan nafas secara perlahan & NIKMATI HIDUP ini,,, woooowwww,,, tanpa diperintah HATI/mulut ini akan mengucap kata syukur kepadaNya.

selamat pagi, selamat beraktivitas.,,,,

tetap semangat & Hindari pikiran stresss !

 

 

Rahayu _/\_

Published in: on 6 November 2011 at 19:48  Tinggalkan sebuah Komentar  

saUDARA punya ide USAHA???,,,

Apa bisa Memulai usaha/bisnis

SAAT ini JUGA  ???,,,, Jawabannya… YA !

perhatikan dua cerita ini:

Si A ingin sekali memiliki usaha fotocopy, ia lalu datang ke kawannya yang pinter yang terkenal pinter ngitung-ngitung bisnis. Kawannya adalah seorang akuntan public yang terkenal.

Ia menceritakan akan menyewa tempat, kredit mesin fotocopy dan memulai bisnis jasa fotocopy-nya, dan mungkin sehari minimal bias satu rim kertas hasil fotocopy-nya.

Ia meminta tolong diHITUNGkan untung ruginya bisnis ini kepada kawannya yang pintar akuntansi tersebut. Setelah diitung-itung dengan ilmu akuntansinya, temannya bilang kepada si A,

“Usahamu tidak layak kamu jalankan. Karena BEP/peluang modalnya lama dan gak jelas dan penyusutan mesin fotocopy cepat sekali, jadi jangan jalankan bisnis ini.”

Demikian nasehat ahli akuntansi itu.

Lalu si A pulang, dan karena mungkin bodoh atau bagaimana, si A tetap memulai menjalankan bisnis fotocopynya.

Ajaib !

Setelah 6 bulan berlangsung, kawan akuntansinya mampir tak sengaja ke sebuah tempat fotocopy dan akan mem-fotocopy dokument-nya, betapa kagetnya ia ketika tahu yang memiliki bisnis fotocopy itu adalah kawannya yang dulu berkonsultasi kepadanya.

Lebih kaget lagi sekarang mesin foto copy-nya sudah bertambah.

Lalu sang akuntan bertanya, “ini benar bisnis yang dulu kita hitung dan bahas bersama?”

“Betul pak” kata si A

Lau mereka ngobrol panjang lebar tentang bisnis si A

Sepanjang jalan pulang si akuntan merenung, “Kok bias?”

Secara itung-itungan bisnis ini tidak layak dijalankan dan harusnya rugi, kok malah jalan dan berkembang?

Apa ada yang salah dengan ilmu akuntansi saya?

Ternyata ada yang tidak bias terbaca oleh ilmu akuntansi !

Kalau melihat peluang usaha si A, jelas-jelas tidak akan untung malah akan rugi, tapi kenyataannya dia berkembang dan maju!

Ya !

Ada yang tidak dibaca oleh perhitungan akuntansi!

Yaitu: Peluang!

Sekali lagi: Peluang!

Peluang si A ketika bisnisnya mulai dijalankan, ternyata tempatnya menjadi semakin ramai, jalur angkot yang lewat depan kiosnya, dan banyak perumahan baru dibuka disekitar daerah tersebut.

Kemudian ada orang yang menitipkan dagangan ditempatnya untuk dijualkan.

Karena banyak orang lewat, ia juga sambilan jualan snack dan beberapa minuman segar (es).

Karena semakin banyak yang datang, ia juga mulai melayani penjilidan, laminating dan lain-lain untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang datang minta dilayani dengan jasa itu.

Singkat cerita:

ternyata banyak peluang-peluang yang datang menyusul setelah ia memulai usahanya, yang sama sekali tadinya tidak terpikirkan, demikian juga tidak bisa dilihat dari ilmu akuntansi.

Dan semua itu memberikan pendapatan ekstra bagi si A, yang pada akhirnya juga bisa menambah jumlah mesin fotocopy-nya dan bisa merekrut karyawan.

kesimpulan dari cerita si A adalah :

Usaha yang diitung-itung kelihatan rugi, kalau dengan tekad yang kuat memulainya atau menjalankannya pun bisa untung dan berkembang !

Apalagi yang diitung-itung sudah untung, makanya terpikirkan usaha itu !

Jadi buka saja usaha anda sekarang juga !

Ada hal yang tidak dapat dibaca ilmu akuntansi dan para ahlinya,,, yaitu antiakuntansi,,, adanya PELUANG yang pasti menyusul setelah kita meMULAI USAHA,,,

jika kita ingin memulai bisnis apapun

Langkah pertamanya adalah mulai,,, SEKARANG JUGA !

Mulai dulu baru dihitung !

bukan dihitung dulu, kebanyakan ngitung gak akan mulai-mulai !

Kita akan TAKUT dan PUSING dengan itung-itungan yang kita buat sendiri !

USAHA itu untuk dibuka, dilakukan dan dijalankan, bukan untuk diHITUNG !

BUKA dulu,,, baru HITUNG-HITUNGan diJALANkan !

 

Ada cerita yang lain,,,, hehee

salah satu teman saya menceritakan memiliki teman sebut saja dia “Mister Ide” yang meiliki ide bisnis luarbiasa, banyak sekali ide-ide bisnisnya.

Setiap kali dia ketemu teman saya itu, dia selalu menceritakan ide-ide bisnisnya yang hebat & dahsyat.

lalu teman saya bertanya, “Ide bisnis yang kemarin sudah dijalankan kah?”

“belum pak, itu dilemari saya sudah banyak sekali proposal-proposal bisnis”

“selemari?”

Luar biasa,,,

mister ide ini, banyak ide tapi tidak satupun yang dimulai atau dijalankan !

Sayang sekali, Mister ide ini akan keburu diduluin oleh kita yang mau sekarang juga bergerak dan menjalankan ide nya,,, hehee

Keduluan kita, baru tahu rasa,,, hehee

Ayoooo !!!!

yang punya ide usaha mau besar maupun kecil-kecilan,

Mari kita buka sekarang juga !

 

kita pasti BISA dan AKAN BERHASIL dan SUKSES !

YAKIN !

 _/\_

:: smoga bermanfaat

~ thx 2 RD ~

Published in: on 10 Agustus 2011 at 16:58  Tinggalkan sebuah Komentar  

NRiMO LaKON

Setiap manusia mempunyai lakon berbeda-beda diturunkan ke dunia sehingga dunia menjadi majemuk beraneka warna. Di setiap lakon manusia, selalu ada kemudahan dan kesulitan,,,, kebahagiaan dan penderitaan,,, senang dan susah,,,, selalu berganti.

Namun banyak manusia yang sulit melepaskan diri dari arus masalah dan terus berkutat disitu-situ saja,,,, selalu masalah,,, sulit melepas dari masalah. Walaupun sudah mengerahkan berbagai daya upaya, pikiran dan tenaga,,,,

Ilmu Ikhlas adalah ilmu kosong,,, menghamba, berserah total dalam cara pandang kehidupan. Sesungguhnya setiap manusia yang lahir maupun semua ciptaanNya yang ada didunia ini sudah diatur dengan sebaik-baiknya. baik urusan rejekinya, juga ujian didalamnya.

Ibarat orang berenang di sungai nan luas, yang awalnya mulus-mulus saja,,, namun tiba-tiba menghadapi arus pusaran /pusingan air yang demikian hebat,,,, seperti itulah masalah kehidupan. Akhirnya dia berusaha mengerahkan segenap pikiran dan daya upaya terus berenang dengan berbagai gaya agar lewat dari pusingan air tersebut. Dicobalah,,, gaya dada,,, gaya punggung,,,, gaya bebas,,,, terkadang gaya batu,,,, hehee,,, silih berganti hingga berjam-jam bahkan seharian. Akhirnya kelelahan, bingung harus apa lagi,,,

Semua gaya sudah dilakukan namun terus berkutat di air pusingan, sehingga kecapekan,,, dan lemah tak berdaya. Di saat itulah muncul kepasrahan masa bodoh,,, Dan karena kepasrahan itulah akhirnya dia mengambang mengikuti arus dan dengan sedikit keselarasan, lewatlah dari pusingan air yang demikian hebat itu.

Dan akhirnya sampai di tempat yang sangat indah,,,, (daripada psingan tadi 🙂

Begitulah prinsip rahasia alam semesta, banyak dari manusia yang berkutat dalam permasalah hidup, masalah rumah tangga, bisnis, penyakit tak tersembuhkan, dan dengan ego –nya karena merasa bisa dengan daya upayanya,,,, terus dicoba. Katanya ikhtiar,,,
Namun tetap saja masalah itu muncul lagi berulang-ulang. Itulah Chip Programming yang sudah tertanam di badan kita,,,, MASALAH,,, !!!!

Solusi sederhana dalam rahasia metafisik adalah hanya berserah, pasrah kepada Sang Penguasa Alam yang sudah jelas-jelas mengatur. Kok ya manusia sok ngatur sendiri,,,

Seorang dalang wayang tentu tidak akan bisa memainkan wayangnya bila sang wayang digerakkan ke kiri, lho malah ke kanan. Yo wis, atur sendiri saja. Lakon jadi kacau beliau dech,,,

Obat masalah kehidupan adalah menerima semua peristiwa demi peristiwa sejak diturunkan ke dunia hingga hari ini yang sedang bermasalah. Itulah lakon takdir yang harus dilalui. Ada ujian pasti ada hikmahnya, semua selalu berpasangan.
Dengan mengikhlaskan, nrimo lakon takdir, maka pasangan takdir lakonnya akan muncul.
Yang sakit jadi sembuh, yang bangkrut jadi mulai bangkit, yang rumah tangganya diujung tanduk, jadi mesra kembali, begitu seterusnya selalu berpasangan,,,,

Ikhlas adalah menjalani takdir apa adanya, sesuai lakon setiap saat. Susah ya jalani dan terima,,, Senang ya jalani dan terima,,, dengan hati tawar adem tentrem. Biasa ajah,,, gak ngedusel or ngegrutu,,, 🙂

Dan ikhlas sesungguhnya juga mencabut chip programming masalah yang tertanam di badan, sehingga tidak lagi menjadi manusia yang bermasalah di semesta alam.

Ikhlas adalah total menghamba, ketika kita sudah tiada daya dan upaya lagi (berikhtiar),,,, terserah Dia saja. Sang Penguasa Semesta Alam agar semua ketetapan lakon di isi alam berjalan sempurna sesuai kehendakNya. Sang Pemilik Kehendak.

 

_/\_
Rahayu,,,

Published in: on 6 November 2010 at 19:17  Tinggalkan sebuah Komentar  

motivasi

Sebetulnya apa sih yang namanya motivasi?

Benarkah saya termasuk orang yang tidak memiliki motivasi?

 

Motivasi? Banyak sekali definisi dari motivasi… mungkin secara umum, motivasi adalah kondisi yang menyebabkan kita bersemangat, terinspirasi, dan mampu optimis dalam memandang ke depan. Bukan? Yah, kira-kira deh.. baik yang muncul dari dalam diri sendiri, maupun yang dipicu dari luar diri kita (kejadian, nasehat, pelatihan, seminar, dll).

 

Benarkah termasuk orang yang tidak memiliki motivasi? Waduh, sepertinya yang bisa menjawab adalah diri kita sendiri. Mungkin beberapa poin di bawah ini bisa menjadi sekilas petunjuk kalau kita termasuk yang tidak/kurang memiliki motivasi: – Setiap hari, saya merasa terpaksa untuk berangkat ke kantor – Berat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan pada saya oleh atasan – Pekerjaan adalah sebuah halangan dan hambatan bagi saya untuk bebas – Hidup ini rasanya tidak adil, seberapapun keras saya mencoba, pasti akan gagal juga – Apapun yang saya kerjakan, tidak akan mampu menyenangkan teman, atasan, atau orang-orang di sekeliling saya – Rasanya hidup saya memang sudah ditakdirkan begini-begini saja – Sepertinya sifat-sifat jelek saya tidak akan pernah bisa berubah – Apapun target yang saya kejar, tidak pernah bisa saya dapatkan – Saya capek berusaha, sepertinya saya selalu mencapai jalan buntu – dll

 

Bila rasanya kita mengalami satu atau beberapa hal diatas, mungkin kita bisa mengkategorikan diri kita sendiri sedang mengalami yang namanya Kurang Termotivasi dalam pekerjaan atau hidup kita. Harap tenang, ini bukan akhir dari dunia kan? Setiap orang mengalami naik turun dalam semangat atau motivasi, yang penting adalah, bagaimana cara kita mengatasi diri kita sendiri ketika kita sedang mengalami penurunan dalam motivasi. Perlu kita ketahui, bahwa penurunan motivasi dapat kita manfaatkan, tetapi ini semua tergantung pada pilihan kita. Coba bayangkan sebuah busur panah, apakah kita sanggup melontarkan anak panah sejauh jauhnya tanpa menarik mundur tali busur itu terlebih dahulu? Tidak bukan, sanggupkah kita melihat apapun yang kita alami, kegagalan, kesulitan, termasuk menurunnya motivasi, sebagai proses alami untuk menarik busur kemajuan kita? Bila kita termasuk orang yang sanggup melihat itu sebagai sebuah proses yang harus kita lalui dalam mencapai kemajuan atau apapun yang kita inginkan, maka, turunnya motivasi kita masih berada dalam taraf yang wajar dan sehat. Tetapi, kalau turunnya motivasi kita itu sudah mulai membuat kita tidak lagi mampu melihat harapan di depan, mulai mengganggu emosi kita secara terus menerus (rasanya seperti terjun bebas…tanpa pegangan..), serta masih banyak lagi hal negatif yang kita ciptakan secara terus menerus, maka itu tandanya kita perlu mulai mencari bantuan untuk menemukan cara mengangkat motivasi diri kita sendiri, dari dalam…

 

Jadi, termasuk yang manakah kita?

 

Bagaimana kita tahu kalo kita butuh motivasi?

Bagaimana cara memotivasi diri?

 

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, ketika mulai terlihat tanda tanda yang tidak sehat, seperti: – Hilangnya berbagai harapan di depan (yang sebelumnya kita miliki) – Terganggunya emosi secara terus menerus (setiap hari, bahkan setiap saat, sensitif..) – Mulai bermasalahnya hubungan dengan orang-orang disekitar kita (akibat sikap dan perilaku yang kita tunjukkan) – Bermunculannya berbagai kalimat negatif yang ditujukan pada diri kita sendiri

 

Maka sepertinya itulah saat kita membutuhkan motivasi, baik dengan memotivasi diri kita sendiri, maupun mencari bantuan orang yang kita percaya dan nyaman untuk membantu kita menemukan kembali motivasi dalam diri.

 

Caranya memotivasi diri kita sendiri? Pertanyaan sederhana yang menarik. Kenapa? Karena musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Ketahuilah, bahwa orang lain mungkin tidak sanggup mengetahui semua apa yang telah kita lakukan, pikirkan, dan rasakan, tetapi diri kita sendiri tahu kan? Ketahuilah, bahwa memberikan nasehat pada orang lain (seperti yang saya lakukan sekarang…) lebih mudah daripada memberikan nasehat dan berbagai kata-kata bijak pada diri sendiri… percayalah, saya juga merasakan hal yang sama… Lalu, kembali, bagaimana cara kita bisa memotivasi diri sendiri? Ada langkah mudah untuk mampu memotivasi diri kita sendiri: – Sadarilah apa yang mampu membuat kita merasa sendirian, jatuh, tidak bersemangat.. termasuk sifat dan perilaku kita yang mampu mengarahkan kita menuju pada perasaan kurang/tidak termotivasi tersebut. – Terima semua penyebab tersebut apa adanya, itulah diri kita, itulah yang menjadikan kita seutuhnya… dengan menerima itu semua, kita baru saja mengenali dan mengakui diri kita seutuhnya… jadi kita tau kan, mana yang harus dirubah, dan dari mana mulainya. – Mulai untuk merubahnya, dari hal yang paling kecil (tidak usah lagi bertanya, bener atau salah! Hindari menghabiskan waktu untuk CUMA menimbang benar atau tidak yang kita lakukan. Just do it! Nanti juga ketauan), dan yang terpenting, mulai dari SEKARANG (nggak ada lagi “saya mulai besok pagi” atau “pas ada waktu, saya akan lakukan”, nggak… sekarang…).

 

So, sudah tahu? Sekarang kendali sepenuhnya ditangan kita, tinggal mau atau tidak kita lakukan, itu aja… kalau kita masih terkendala dengan “belum ada waktu”, “belum punya kesempatan”, “belum tau mau mulai dari mana”, itu semua pilihan kita.

 

Kita memang tidak bisa menolak atau memilih hal-hal yang sedang atau sudah terjadi pada diri kita, tapi kita bisa memilih apa reaksi yang akan kita lakukan…

 

Ini saatnya, untuk berubah…

 

artikel ini ditulis

oleh KIRDI PUTRA

Published in: on 1 November 2010 at 11:14  Tinggalkan sebuah Komentar  

PARANORMAL

PApatah keuR ANu Osok Resep diraMAL

Tersebutlah ada seorang kakek tua yang terkenal akan kepandaian meramal nasib orang lain, sehingga banyak orang jauh maupun dekat datang untuk meminta diramal olehnya.

pada suatu hari, datang tiga orang sahabat yang akan mengikuti ujian negara kepada kakek “pintar” tersebut dengan maksud menanyakan siapa diantara mereka bertiga yang akan lulus dari ujian tersebut. masing2 dari tiga orang itupun memberikan 3 botol air mineral, untuk dibacakan jampi atau mantra.

dengan mata tertutup, sang kakek mulai konsentrasi menutup tiga botol air mineral dengan telapak tangan kiriya yang telah dibuka

penutupnya. tiba2 tangan kananya si kakek perlahan naik dan mengacungkan SATU JARItelunjuknya. perlahan mata si kakek terbuka,,, tiga orang yang berada dihadapannya tidak mengerti maksud dari isyarat yang diberikan si kakek dan meminta untuk menjelaskannya.

sambil menutup kembali tiga botol mineral yang ada dihadapannya, si Kakek menggelengkan kepalanya dan berkata ” KEHENDAK TUHAN TIDAK BOLEH DIUNGKAPKAN.”

Tiga orang itu pun pergi dengan membawa hati kecewa,,,,,

setelah ketiga tamu pergi meninggalkan rumah si Kakek, seorang anaknya bertanya,,,,

Kek, siapa diantara ketiga orang tadi yang akan lulus mengikuti ujian negaranya ?

” ,,,, anakku,,,angka yang tepat telah kau ketahui, bukan ? ” ,,, jawab si Kakek

Apakah SATU JARI berarti hanya SATU orang saja yang akan lulus ?? si anak melanjutkan pertanyaannya,,,

” Ya !!”

tapi bagaimana jika dua orang yang lulus ??

” Itu berarti SATU JARI menandakan SATU diantara tiga orang tersebut akan gagal ”

bagaimana kalau ketiga-tiganya lulus ??

SATU JARI menandakan bahwa mereka akan lulus dalam SATU waktu, dalam waktu yang bersamaan. ”

dan kalau ketiga-tiganya gagal ??

SATU JARI menandakan bahwa tidak SATUpun diantara mereka yang akan lulus

si anak dengan segera menyadarinya lalu berkata,,, Owh… Begitu rupanya kehendak Tuhan. ”

::BORNEO, 05102010

Published in: on 15 Oktober 2010 at 11:59  Tinggalkan sebuah Komentar  

sebaiknya,,,

 

saUDARA, seperti yang sudah kita tahu, bahwa hidup itu misteri,,,
Kita terlahir tanpa bisa memilih, dan waktu hiduppun juga sudah ditentukan (walaupun mati ada waktunya, tapi hal ini bisa kita pilih,,, maksudnya, misalnya bisa memperpendek waktu mu, yaitu dengan bunuh diri, cara hina dan pengecut!)

Dari kecil tanpa daya, karena pertolongan orang tua, dll, kita tumbuh menjadi manusia yang harusnya dewasa, melakukan apapun bisa sendiri, mengalami pahit manis hidup, gelap terang kehidupan, duka dan suka,,, ya seperti mainan yang ganti-gantian,,, kadang sehat kadang sakit,,, kadang membara semangatnya kadang melempem seperti krupuk terkena angin,,,,
Ada yang mengisi hidup katanya dengan ibadah, ada yang hidup katanya menjadi perjuangan, menjadi beban, menjadi petualangan dan lain-lain,,,

Kadang mengalami kecukupan, tapi banyak juga yang sehari-harinya mengalami tekanan finansial yang menjadikan hidup semakin pahit dan getir…sementara sebagian manusia lainnya di muka bumi ini hidup dalam segala kemewahan dan gaya hidup raja-raja,,,,
Awalnya ketiadaan dan berakhir ke dalam kematian,,,
Namun ajaibnya kita bisa merasakan, menyaksikan dan mengamati perjalanan hidup ini, bahkan bisa menyadarinya,,,,

Ada banyak hal yang bisa kita pilih dalam hidup ini, tapi ada beberapa hal yang tidak bisa diganggu gugat,,,,

Siapapun kita, terdoktrin dengan apapun kita, menurut saya, hidup yang singkat dan misteri ini jalanilah dengan bergembira. Apapun keyakinan yang kita miliki, apapun prinsip hidup yang kita banggakan, apapun suku kita, apapun apapun apapun,,,, hidup tetaplah misteri,,,,

Inilah yang terbaik buat jiwamu,,,, buat hidupmu,,,,

Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan bergembira,,,, mau makan, lakukan dengan gembira, mau kerja, lakukan dengan bergembira, mau melayani, lakukanlah dengan hati yang bergembira, mau nulis, nulislah dengan hati yang gembira, mau facebookan, lakukanlah dengan gembira, mau mengasuh anak, lakukanlah dengan gembira, mau nagih utang, lakukanlah dengan gembira, mau ditagih utang, hadapilah dengan gembira dan keberanian,,,, lakukan dengan gembira,,,,

bergembiralah selalu karena itu yang terbaik bagi jiwamu,,,

 

salam saUDARA

Published in: on 15 Oktober 2010 at 09:18  Tinggalkan sebuah Komentar  

Kebahagiaan

Kebahagiaan bukanlah apa yang kita dapatkan dari luar, tapi kebahagiaan adalah apa yang kita munculkan dari dalam lalu kita berbagi dengan yang di luar,,,,
Kebahagiaan bukanlah ketika engkau menulis, lalu banyak yang memberi komentar positif dan cap jempol, tapi kebahagiaan adalah ketika kita tetap berbagi dan menulis walau orang lain tidak memerhatikan tulisan kita. Dan kebahagiaan adalah ketika tulisan itu di-copas tanpa sepengatahuanmu lalu tulisan itu tersebar dan menjadi manfaat untuk kemashlahatan alam semesta, dan tiba-tiba saja tabungan energi positif kita di semesta meningkat bahagia.

 

Sebab, Kebahagiaan bukanlah terletak pada kumpulan yang terlihat, tapi kebahagiaan terletak pada kumpulan yang tak terlihat. Semakin tak terlihat kebaikan kita, semakin sejati-lah  kebahagian itu.

 

Dan, Kebahagiaan bukanlah terletak pada kebebasan bertindak, tapi kebahagiaan adalah keberhasilan menikmati kehidupan yang terikat ini dengan penuh kesadaran dan kebermaknaan yang sejati,,,,

 

Sebab Kebahagiaan itu tidak terikat walaupun begitu banyak keterikatan di luar kita. Dan sebab kebahagiaan itu dari dalam, unlimited, bukan dari luar, limited,,,,
mari tetap kita praktekkan saUDARA,
Jangan menunggu bahagia baru tersenyum
tapi tersenyumlah maka engkau akan bahagia,,,,

 

 

Salam saUDARA

Published in: on 12 Agustus 2010 at 12:12  Tinggalkan sebuah Komentar