SATU JIWA

 

ROH UNIVERSAL

Sebenarnya, jiwa saya-jiwa Anda-jiwa semua manusia itu SAMA dan SATU ADA nya. Hal yang menguatkan pengertian ini adalah bahwa setiap jiwa insan itu mempunyai fungsi-karakter-perilaku yang sama persis. Sama sama menghidupi jasad, sama-sama menjadi penyebab kesadaran diri, sama-sama mempunyai Kesadaran Murni. Hal ini menguatkan kesimpulan kita bahwa Semua Manusia itu SATU JIWA.

Dalam bahasa Kitab Suci disebutkan bahwa jiwa semua orang adalah min-ruhi. Semua jiwa adalah satu dalan “Ke-ruh-an” universal, dengan keberadaanya yang Ekstensif (luas), atau Roh Universal. Roh Universal tidaklah didalam dan tidak di luar tubuh, tidak terlepas dari dan tidak terikat kepada tubuh, dia adalah keduanya, di dalam dan di luar, keduanya terlepas dan terikat. Semua roh individual adalah refleksinya.

Untuk memahami lebih dalam tentang eksistensi dari ruh universal tidak ada salahnya kita simak ungkapan kata-kata Jalaludin Rumi berikut ini :

Aku bukan seorang Kristiani, bukan Yahudi, bukan pula Majusi,
Aku bahkan bukan seorang Muslim,
Aku tidak dimiliki oleh tanah, atau lautan yang dikenal atau tidak dikenal
Alam tidak dapat memiliki atau mengakui aku sebagai miliknya, demikian pula langit,
Tidak pula India, Cina, Bulgaria
Tempat kelahiranku tidak ada di mana pun
Tanda tidak memiliki dan tidak memberi tanda.
Kau katakan melihat mulut, mata, dan hidungku-mereka bukan milikku.
Aku adalah Kehidupan itu sendiri.
Aku adalah kucing itu, batu ini, tidak satupun.
Aku telah melempar dualitas seperti kain lap usang.
Aku melihat dan mengenal seluruh waktu dan semua dunia,
Sebagai satu, satu, dan selalu satu.
Maka apa yang mesti kulakukan agar kau mengakui siapa yang berbicara ?
Akuilah itu dan ubahlah segalanya!
Ini adalah suaramu sendiri yang menggemakan dinding-dinding Tuhan.

Masuk kedalam tubuh, muncullah Jiwa

 
Setelah masuk kedalam tubuh, maka Roh Universal menjadi terbatas dalam bentuk sebagai jiwa individual dan tampak beragam. Keterbatasan dan keberseragaman ini timbul dari hubungan dengan tubuh-tubuh. Seolah-olah ada roh saya, roh Anda dan roh manusia lain. Padahal hakikatnya roh saya, roh Anda, roh manusia lain adalah SATU, yaitu Roh Universal. “ Roh segala jasad itu adalah satu, sedang yang berbilang itu hanyal jiwa. Maka jiwa (roh individual) itulah yang mengalami mati, namun Roh Universal tidak akan mati, karena berdirinya Roh Universal itu adalah denganNya pada semua keadaan ”.

Tubuh telah membuat kesadaran Roh Universal yang masuk kedalamnya menjadi terbatas dalam bentuk egoisme atau ke-aku-an. Sebagai ilustrasi untuk memahami hubungan antara roh individual dan roh universal adalah, seperti sekendi air di dalam telaga. Sebenarnya air dalam kendi adalah juga bagian dari air telaga. Air dalam kendi nampaknya terpisah dari air telaga hanya karena kehadiran kendi itu. Ibarat kendi ini, tubuh telah menyebabkan roh individu yang merupakan bagian dari Roh universal menciptakan “ego” yang terbatas yang merasakan kehadiran dirinya telah memisahkan dirinya dari Roh universal. Tetapi ketika kendi dipecahkan, airnya lalu menyatu; ketika “egoisme” atau rasa individualitas itu lenyap dan tidak ada lagi perpisahan antara kesadaran roh individual dengan Roh Universal, maka akan mengalirlah kedamaian.

Ketika manusia baru terlahir ke dunia (masih bayi), bejana “ego” nya sangat tipis sekali sehingga belum mampu membedakan antara “ego” atau aku dengan bukan “ego” atau selain aku. Bayi yang masih fitrah ini menyadari bahwa kesadarannya adalah kesadaran Roh Universal. Dengan tingkat kesadaran Roh Universal seperti ini, roh individual masih sadar bahwa dirinya yang merupakan bagian dari Roh Universal.

 

Dari Mana Datangnya Roh Universal ?
Roh Universal adalah bentuk “runtuh simetri spontan” dari ENERGI AWAL. ENERGI AWAL yang mengandung/ memuat HIDUP ini adalah juga bahan dasar pembentuk Alam Semesta Fisika. Bila kita masuk pada tingkat Kesadaran ini kita akan merasakan ke-“esa”-an asali dengan segala yang maujud atau “eksist” yang juga tersusun dari asal yang sama “ENERGI AWAL”. Baik Roh Universal maupun Alam Semesta, sama-sama berasal dari ENERGI AWAL.

Pada saat masih bayi, Kesadaran masih merasakan ke-“esa”-an diri dengan seluruh ALAM SEMESTA.

Seiring dengan perkembangan tubuhnya, bejana “ego” mulai menebal. Pada masa anak-anak masih belum begitu tebal bejana “ego”nya, sehingga masih memiliki kecenderungan langsung berkaitan dengan alam transenden, kendi atau bejana “ego” belum sepenuhnya terbentuk. Oleh karena itu anak-anak sebenarnya masih mempunyai visi mistik ke-“esa”-an. Lambat laun seiring dengan pertumbuhan alat-alat indra dan sempurnanya otak, kendi “ego” semakin terbentuk dan rasa ke-“esa”-an meluntur. Kesadaran sudah semakin membedakan antara “ego” atau aku dengan “non-ego” atau bukan aku. Rasa perpisahan muncul diantara dirinya dengan ALAM SEMESTA, dan pengalaman luhur menyatu dengan ALAM SEMESTA memudar. Sang manusia telah kehilangan visi mistiknya “AKU SATU DENGAN SEMUA”. Bahkan jiwa yang ada didalam tubuh sudah lupa bahwa dirinya adalah Roh Universal.

Setelah kita menyadari Realitas Esoterik ini, marilah kita kembali pada Kesadaran Sejati, Sekarang marilah kita lihat dengan arif, rasakan dengan rasa terdalam dan sadari dengan Kesadaran Murni bahwa : Roh kita itu SATU dengan Roh Universal – maka rasakanlah ke-“SATU”-an ini. Rasakan bahwa Roh Dalam Diri Ini adalah bagian dari Roh Seluruh Umat Manusia. Hanya ada SATU roh, Satu Jiwa. Aku adalah Jiwa yang SATU ini. Aku adalah Roh Segala Semua Manusia. Aku Adalah Roh Semesta Alam. Aku adalah SAMA, SATU dan SEMUA. Jiwa adalah manifestasi dari HIDUP, semua jiwa adalah manifestasi dari HIDUP, seluruh SEMESTA ALAM adalah manifestasi dari HIDUP segala sesuatu adalah manifestasi dari HIDUP. Oleh karena itu masukilah Kesadaran ini – dan tegaskan bahwa : Aku adalah HIDUP.

salam saUDARA,,,

Published in: on 6 Februari 2010 at 14:42  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://boedaksatepak.wordpress.com/2010/02/06/satu-jiwa/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: